|
|

Bismillahirrahmanirrahim…
Entah mengapa tiba-tiba aku mengharu, kembali pikiranku melayang akan arti kehilangan. Aku yakin, semua manusia pasti pernah dan akan merasakan kehilangan, begitupun aku. Merasakan kehilangan adalah mutlak, tapi akankah rasa itu mampu membuatku bertahan?
Berawal dari catatan seorang sahabat yang telah kehilangan bidadari mungilnya. Ia yang merawat bidadari kecilnya, menyuapinya, memandikannya, menggendongnya, namun ia jua yang akhirnya harus melilitkan kain kaffan pada jasad kaku bidadarinya. Ah…bidadari kecilnya bahkan seumuran dengan bidadari kembarku. Tapi lihatlah, ia begitu tegar! Akankah ada yang bisa menyamai rasa pedihnya? Continue reading Akankah Ku Rasa Kehilangan?

Jika saja kau ingin ku menjelma laksana api
Kan kulakukan untukmu..
Agar kau merasakan kehangatan
Dalam setiap air mata yang kau tumpahkan.
Jika kau ingin ku menjelma laksana angin
Kan kulakukan untukmu
Agar kau merasakan kesejukan
Dalam setiap tarikan nafasmu
Jika kau ingin ku menjelma laksana air
Kan kulakukan untukmu
Agar kau tak merasa dahaga…
Dalam setiap tetes peluh yang membanjir
Wahai Bidadari hidupku…
Surga yang ada di telapak kakimu, membuatku gemetar..
Ku takut kehilangan ridhamu.
Surga yang ada di telapak tanganmu, membuatku menggigil..
Ku takut kehilangan belaian manjamu…
Jangan…jangan kau tinggalkanku, tanpamu ku tak akan mampu bernafas..
Wahai Malaikatku yang tak bersayap…
Maaf, bilaku membuat mutiara di matamu tak mau mengering..
Ku yang kerap kali tak mau menurut padamu..
Ku yang kerap kali membantahmu..
Bahkan ku yang kerap kali membentakmu…
Aku memohon ampun padamu
Jangan kau tinggalkanku tanpa ridhomu.
Bidadari hidupku…Malaikatku…
Engkaulah Ibu…
Selaksa cinta di setiap namamu
Senyum ketulusanmu bak cahaya yang menyinari dunia ini
Tak ada yang mampu hidup tanpa cahaya..
Berikanlah aku sinar kasih sayangmu
Agar aku mampu hidup dalam pusara kefanaan.
(A.I)

Bismillahirrahmanirrahim…
“Nggak ah, dia kurang tinggi. Ntar kalo jalan sama aku kayak anak tangga berjalan. No..No..No…jorok pula!” Kata Anindia sambil mengibas-ngibaskan jari telunjuknya.
“Ah, kebanyakan permintaan! Yang ini kurang tinggi, yang kemarin kurang Macho, yang kemarinnya lagi kurang keren. Maumu yang kayak gimana sih, Nin?” ujarku sebal.
“Yang tinggi, yang kaya, yang macho, yang keren, harus pinter, bla…bla…bla….”
“Tauuu…ah!” Kututupkan tangan di kedua belah telingaku.
“Ihh…gimana donk? aku emang nggak bisa menerima mereka, mereka nggak sesuai sama kriteriaku!”
“Terus aja cari! Ubek-ubek aja dunia, ntar kalo ketemu yang sempurna, kamu jangan ilfil ya kalau ternyata dia juga masih suka ngupil atau kentut..hahaha.”
“Idih, jorok ih!”
“Mana ada manusia yang nggak ngupil atau ngentut? Manusiawi itu mah! Kalau kamu nggak mau nerima, ya cari aja yang nggak suka ngupil atau kentut. Kalau udah ketemu, bilang-bilang ya.”
Aku ngacir meninggalkan Anindia sambil cengar cengir. Continue reading Kau Tak akan Pernah Menemukannya!

Bismillahirrahmanirrahim
“Hoy, ngelamunin apaan?”
Anggi tergagap.
“engg..nggak kok!” seulas senyum dikembangkan buat menutupi keterkejutannya.
“Ngelamunin apa sih, Nggi? si dia ya?”
Kembali sebuah senyum menjawabnya.
“Apa sih enaknya ngelamunin cowok? Berkhayal kalo nanti dia bakalan datang naek kuda putih ya, Nggi?”
Tak ada jawaban, hanya pipi yang memerah pertanda rasa malunya memuncak.
***
Melamun, mengkhayal mungkin untuk sebagian dari kamu menyenangkan, karena dengan mengkhayal seolah-olah semua keinginan sudah bisa tergenggam, apalagi mengkhayal tentang si dia, sang kekasih hati. Continue reading Getaran Cinta
Bismillahirrahmanirrahim…
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki laki (melainkan fitnah yang datang dari) wanita.” (Hr. Bukhari)
Kamu pasti ingat dengan hadits di atas kan? Betapa mengerikannya, betapa dahsyatnya, dua orang laki-laki bisa berkelahi gara-gara memperebutkan satu orang wanita. Karena wanita, seseorang bisa menumpahkan darah begitu mudah, bisa memasuki dunia kenistaan begitu mudah. Banyak laki-laki roboh hanya dengan tatapan seorang wanita.
Sudah banyak wanita yang mampu mengalihkan pandangan lelaki dari jalan Allah, dan bayangkan, sudah berapa banyak suami yang melakukan kedzaliman, kenistaan serta kemaksiatan dikarenakan seorang wanita atau istrinya. Semua dibuat tidak berdaya dengan keanggunan seorang wanita. Continue reading Kejahatan Wanita
Bismillahirrahmanirrahim…
Tiap insan pasti pernah dihiasi makhluk bernama cinta, entah apa atau siapa, entah dimana atau kemana, entah menyenangkan atau pengorbanan, tapi cinta selalu dinantikan dan disambut dengan senyum bahkan tangis.
Bukan cinta bila tidak menyenangkan dan bukan pula cinta bila tidak butuh pengorbanan, namun cinta bukanlah cinta ketika ia telah dirasuki kemaksiatan sebab cinta adalah tentang penghormatan dan kehormatan. Jadi jangan katakan ia cinta bila kamu berani merusak kehormatan orang lain dan tak mampu menjaga kehormatanmu sendiri karena cinta pasti saling menghormati dan menghargai .
Ya, ini tentang aku, kamu dan cinta. Sangat mudah memang ketika aku dan kamu mengatakan cinta, tapi ketika harus membuktikannya dengan kesiapan, kesanggupan, kemampuan, sepertinya banyak yang hanya diam. Entahlah, aku tak tahu, apakah kamu begitu? Aku hanya berharap, kamu tak akan hanya diam tapi mampu bangkit untuk bergerak demi tujuan menggapai cinta. Continue reading Ini Tentang Aku, Kamu, dan Cinta
Bismillahirrahmanirrahim…
Wahai wanita…
Betapa mata ini tak pernah mampu untuk berhenti menatapmu. Keindahan dari Tuhanmu kau pertontonkan untuk kami, keindahan yang tak bisa disaingi apapun.
Auratmu yang tak pernah kau tutupi, tak pernah kau hiraukan. Tatapan-tatapan buas kami, seoalah membuatmu bangga. Kau makin menunjukkan keindahanmu pada kami, sampai kami tak mampu melawanmu.
Kau tahu, semua itu menguras air mata kami. Ketika hati ini ingin tunduk pada-Nya secara utuh, justru kau membawaku pada jurang penderitaan dunia. Mata ini tak mampu menghindar, meski kami terus berjuang. Kami sering lemah padamu, jadi tolong hentikan! Tutup auratmu, agar mata kami bisa utuh menghadap-Nya ketia Dia bertanya pada mata kami kelak. Continue reading Wahai Wanita, Tolong Hentikan!
Bismillahirrahmanirrahim…
“Maukah anti menantikan ana, ukhti? Ana pasti akan segera melamar setelah selesai kuliah” ujar seorang ikhwan dibalik hijab internet. Tak ada jawaban, sepertinya akhwat di sebrang sana sedang menimbang-nimbang.
“Tapi kalau antum justru memilih orang lain giman? Nanti ana nunggu lama ternyata antum nggak kunjung datang.”Akhwat ini masih berpikir yang masuk akal, belum dibutakan.
“Nggak ukhti, andai anti tahu harapan ini begitu besar. Tapi tak mengapa kalau anti nggak menunggu ana, mungkin anti bukan jodoh ana. Semoga saja ana mendapatkan jodoh seperti anti, karena hanya anti yang ana harapkan untuk jadi ummi dari anak-anak ana kelak,” aku sang ikhwan.
Luluhlah sudah mata dan hati sang akhwat dengan kata-kata pujangga, berhasilah sudah mereka membuat janji angan-angan yang tak pasti. Atau jangan-jangan itulah daya tarik syetan untuk mengawali sebuah hubungan yang memuakkan.
***
Lain lagi dengan seorang akhwat yang sedang terlihat bersedih juga dibalik hijab Internet.
“Mas, yakinlah aku akan menanti kedatanganmu. Aku akan menunggumu menyelesaikan kuliahmu,”aku sang akhwat sendu. Continue reading Jangan Menantiku, cantik!
Bismillahirrahmanirrahim…
Judulnya serem ya sob? Bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi aku rasa memang itulah judul yang pas dengan yang akan kamu baca nantinya.
Kamu tahu kalau media adalah tempat sesuatu bisa mendunia, menjadi populer, menjadi terkenal dan menjadi yang paling dicari. Alasannya tentu nggak jauh dari yang namanya “Gaul”, trend dan daya tarik.
Banyak yang menganggap bahwa wanita cantik itu berambut panjang lurus, kulit putih, kaki yang jenjang, tubuh yang tinggi, baju yang kehabisan bahan. Media lah yang menciptakannya untuk merangsang, mempengaruhi otakmu agar apapun yang disampaikan media akan menjadi yang kamu setujui dan sepakati. Alhasil yang keluar dari jalur media seperti contoh wanita cantik di atas akan menjadi sesuatu yang “jelek”, nggak banget, nggak gaul, nggak ngtrend deh pokoknya. Continue reading Media ‘Kutukan’ Jilbab
Bismillahirrahmanirrahim…
Tubuhku terasa berguncang hebat. Hah! Gempa!
“Cepetan bangun Zahra! Sholat subuh.”
Aku mengucek mata. Masih kurasakan guncangan pada tubuhku. Kembali aku mengucek mata, lalu melihat di sekelilingku. Aku nggak di kamar. Ku lihat di depanku layar monitor masih menyala. Argh..Komputerku belum dimatikan, rupanya aku ketiduran.
“Tidur jam berapa semalam? Facebookan lagi sampai ketiduran!” ujar kak Salma sebal.
Aku baru sadar kalau Facebookku belum ku matikan juga, mungkin kak Salma sempat melihat Facebookku. Aku mendesah perlahan. Aku segera meng Log Out facebookku, lalu Shut down, sekejap saja layar monitor dihadapanku berubah menjadi hitam.
“Akhir-akhir ini kamu sering sekali terlambat bangun sholat subuh dik, apa sih yang kamu cari di Facebook sampai harus bergadang? Atau kamu chatting sama cowok ya?” selidik kak Salma.
“Kakak mau tau urusan orang aja,” cibirku sambil berjalan santai menuju kamar mandi.
“Kamu itu zahra, kemaren dimarahin bunda, sebelumnya dimarahin ayah. Emang enak dimarahin mulu?”
“Emang gue pikirin!”
*** Continue reading Sehangat Dekapan Facebook
|
Rissa Aulian ( Aulia Izzati )
Saya seorang istri dari suami yang membuatku terpesona (ehm ehm hehe ). Saya ibu dari Putri Kembar >> Raisyah Pelangi Azka dan Raisyah Mentari Azky,anak-anak yang insyaallah kami harapkan untuk tegaknya panji Islam. Aamiin.
Selamat membaca dan berkomentar. Kopas selalu diizinkan asalkan mencantumkan sumbernya.. :)
|
Komentar Terakhir